menggunakan kondom fiesta

Bukan hanya perempuan yang patut mengkaji jaman subur mereka, pria termasuk perlu mengetahuinya. Di kalangan awam, jika melakukan hubungan intim pastikan anda menggunakan kondom anak muda dari kondom fiesta dengan fiestacondoms ini. pada umumnya orang hanya berpikiran persoalan kesuburan adalah urusan perempuan, padahal pria termasuk punyai masa-masa subur yang bakal pilih berhasil atau tidak suksesnya sistem kehamilan.

https://fiestacondoms.com/

Ada sejumlah hal yang dapat memengaruhi kualitas sperma dalam tubuh seseorang, jikalau faktor usia dan model hidup. Itu sebabnya, kualitas sperma dalam tubuh seorang pria tidak senantiasa mirip berasal dari sementara ke waktu. Tapi secara garis besar, kualitas sperma paling baik dapat didapatkan pada rentang usia subur, yakni pada 25-40 tahun.

Kualitas ini dapat diukur bersama mengfungsikan tes spermiogram (tes pemikiran sperma). Menurut standar berasal dari badan kesehatan dunia WHO, ada tiga parameter yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas sperma, yaitu, kuantitas (konsentrasi), kecepatan (motilitas), dan wujud (morfologi).

Selama orang berikut punyai suasana kesehatan tubuh dan kesehatan seksual yang prima, maka gambaran spermiogram tidak memperlihatkan perbedaan pada kualitas sperma pria berusia 20, 30, dan 40 tahun.

Kualitas sperma ternyata mengalami penurunan pasca usia subur

Setelah melampaui rentang usia subur, barulah berjalan sejumlah pergantian pada kualitas sperma. Berdasarkan sebuah penelitian yang dijalankan di Universitas Otago, Selandia Baru, pada tahun 2014, kualitas sperma bakal mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Selain volume sperma berkurang, kecepatan sperma termasuk mengalami penurunan. Akibatnya, fiestacondoms sperma lebih susah menggapai sel telur untuk melangsungkan sistem pembuahan.

Anda Punya Masalah Penis?

Jangan malu. Ikuti newsletter kami dan dapatkan info paling baru soal penyakit pria.

Penelitian termasuk memperlihatkan terdapatnya penurunan kualitas berasal dari faktor wujud (morfologi) sperma. Perubahan berasal dari faktor wujud ini mutlak diperhatikan karena mengindikasikan konten genetik yang terkandung di dalam sperma. Adanya penyimpangan wujud sperma yang signifikan dapat menyulitkan terjadinya pembuahan ataupun menimbulkan persoalan kelainan kromosom yang tidak benar satunya dapat meningkatkan risiko Down syndrome pada janin hasil pembuahan.